Senin, 20 Mei 2013

www.bersihdesangantrutahun2012.blogspot.com


BERSIH DESA NGANTRU KECAMATAN NGANTANG
KABUPATEN MALANG

Untuk Memenuhi Tugas Individual Mutakhir
MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

                                                                    Dosen Pembimbing
Bapak Drs. Suparlan Al-Hakim, M.Si.

Oleh :
Chamim Asma’ul Chusna 120711400062
Offering –C Angkatan 2012





FAKULTAS ILMU SOSIAL
JURUSAN HUKUM DAN KEWARGANEGARAAN
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
April 2013





I.            JUDUL                              : Laporan Observasi Setting Lokal Bersih Desa Ngantru Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang

II.            GAMBARAN UMUM       :
Bersih Desa adalah salah satu contoh dari sekian banyak upacara yang ada pada masyarakat desa. Bersih desa seringkali digunakan untuk memperingati hari lahirnya Desa, selain itu yang terpenting digunakan sebagai upacara mendoakan Desa tersebut agar tidak terjadi hal – hal yang tidak dinginkan bagi masyarakat Desa yang bersangkutan. Hal – hal yang tidak diinginkan atau disebut dengan bencana atau ‘’balak’’ tersebut diantaranya: banjir, wabah penyakit, pencurian, kebakaran, gagal panen dan sebagainya.
Bersih Desa atau dapat disebut pula dengan Selamatan Desa, adalah acara rutin tiap tahun yang diselenggarakan oleh warga masyarakat Ngantru. Sebelum acara Selamatan dilaksanakan selalu diadakan acara bersih – bersih. Adapun tempat dibersihkan meliputi makam leluhur yang membedah Desa Ngantru (Bedah Krawang), balai desa, selokan – selokan, jalan – jalan, tandon dan saluran air, dan sepanjang aliran Kali Talang.
Desa Ngantru adalah salah satu Desa yang ada di Kabupaten Malang. Terdapat 33 RT dan 16 RW. Desa ini setiap kali melaksanakan Bersih Desa selalu menampilkan keunikan tersendiri. Keunikan ini dapat dilihat saat sebelum upacara dilaksanakan, diadakan penampilan  kesenian antar RT, Pagelaran Tayub selama 3 hari, dan upacara inti yang dilaksanakan di kali talang.
            Selamatan Desa Ngantru ini dilaksanakan selama 3 hari. Hari tersebut diyakini sebagai hari yang sakral oleh warga Desa. Setiap kali Bersih Desa dilaksanakan di hari Senin Wage, Selasa Kliwon, dan Rabu Legi. Selasa Kliwon Bulan Rajab atau 26 juni 2012 Masehi adalah hari diperingatinya lahirnya Desa Ngantru yang ke 237.




III.            PERFORMA
1.      PERALATAN DAN SIMBOL PERALATAN
Dalam pelaksanaan Desa Ngantru ini ada banyak peralatan yang harus dipersiapkan oleh warga. Alat – alat itu diantaranya :
a.       Kerbau
Picture 244.jpgHewan yang akan disembelih dalam selamatan ini adalah kerbau. Setelah disembelih daging kerbau di dibagi-bagikan ke seluruh warga masyarakat ngantru melalui ketua RW diteruskan kepada  ketua RT. Berhubung jumlah warga masyarakat Ngantru yang tinggi maka ada diantara mereka ada yang tidak mendapatkan daging kerbau. Umumnya mereka yang tidak mendapatkan daging adalah warga yang jauh dari pusat desa (balai desa).

Gambar 1
Mengapa kerbau? Kok bukan sapi, kambing? Menurut keterangan dari salah satu warga, bahwa kerbau merupakan hewan yang di keramatkan, seperti halnya selamatan di Solo.
b.      Ayam cemani
Ayam yang satu ini merupakan syarat mutlak yang harus ada di dalam acara inti. Menurut para sesepuh desa menganggap ayam ini dapat membawa ketentraman pada desa. Ayam Hitam yang disembelih tersebut disimbolkan yaitu hilangnya hal hal buruk ( pengaruh hitam) dari desa.

c.       Perlengkapan tayub: gong, kenong, bonang, tempat tarian.
Selamatan Desa Ngantru tak terlepas dari Pagelaran Tayub, jadi sama seperti Selamatan Desa - Desa yang ada di wilayah Kecamatan Ngantang lainnya. Gambar 2
DSC00645.JPGTayub adalah salah satu media kesenian yang dianggap oleh sebagian besar masyarakat Ngantru yang paling efektif untuk merekatkan semangat persaudaraan. Mereka setelah disibukkan selama beberapa bulan di sawah ladangnya maka untuk 3 hari ini diberikan kesempatan menikmati tarian bersama sama.
Diharapkan mereka agar terhibur dengan kesenian ini, sejenak melupakan beban yang ada difikiran mereka dengan bernari bersama.  Bagi mereka yang tidak berniat untuk bernari biasanya hanya melihat saja.

d.      Tumpeng
IMG_0334.jpgSetiap Selamatan Desa Ngantru pasti ada yang namanya Tumpeng. Tumpeng ini terbuat dari buah, sayur, nasi, lauk. Menandakan bahwa itu merupakan hasil panen warga masyarakat Ngantru yang mayoritas warga ngantru adalah para petani.
Tumpeng ini adalah wujud dari terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan hasil panen yang melimpah pada masyarakat Ngantru
    
2.      KRONOLOGIS TAMPILAN
Sebelum dilaksanakan selamatan Desa tersebut warga Desa bersama – sama kerja bakti. Kerja bakti dalam rangka membersihkan makam leluhur yang membabat Desa Ngantru, Balai Desa, selokan – selokan, jalan – jalan, tandon air, sepanjang kali Talang dan sebagainya. Pembagian tempat kerja bakti dilakulan oleh pengurus desa kepada ketua RT, sehingga masing – masing RT mendapatkan tempat yang jelas. Kerja bakti tersebut dilaksanakan seminggu sebelum selamatan. Acara kerja bakti selesai maka dilanjutkan dengan Selamatan Desa.

Pelaksanaan Selamatan Desa Ngantru dilaksanakan selama 3 hari :
1)        Hari Senin Wage, 25 Juni 2012
              Penyembelihan kerbau. 

Sebelum penyembelihan kerbau, kerbau di karak (dikawal) melewati jalan raya ngantru. Penyembelihan itu dilaksanakan di samping balai desa. Daging kerbau itu didistribusikan kepada warga Ngantru seluruhnya.
Picture 247.jpgPicture 253.jpg
Gambar 4                                 Gambar 5
         Para tokoh masyarakat Desa Ngantru yang beragama Islam diberikan kesempatan untuk membaca Al-Qur’an mulai pukul 05.00 (setelah shubuh) sampai pukul 11.00 siang di Balai Desa.

        Pemukulan gong pertama tanda dimulainya Pagelaran Tayub pada pukul 12.00 WIB. Sampai  sekitar pukul 17.00 baru diberhentikan. Mulai lagi sekitar pukul 20.00 sampai pukul 24.00.
IMG_0438.jpgIMG_0439.jpg
Gambar A                                gambar B
·           Selamatan (kundangan) dilaksanakan setelah maghrib, bersamaan dengan pemberhentian sejenak pagelaran tayub.
IMG_0317.jpgIMG_0315.jpg
Gambar 6                                 Gambar 7

2)        Hari Selasa Kliwon, 26 Juni 2012
Merupakan hari inti dari Selamatan Desa Ngantru. Kali talang yang berjarak 1,5 KM dari Balai Desa digunakan sebagai tempat acara.
Ø  Pemberangkatan para tokoh masyarakat ke tempat upacara. Panitia bersih desa ngantru 2012 menyiapkan atau mengatur sedemikian rupa barisan para pengurus desa, tokoh masyarakat, para peserta kreasi  yang terdiri dari berbagai RT yang ada. Mereka membagi rute berbeda, antara yang akan ke Kali Talang dan yang akan mengelilingi desa.
Pemuka Masyarakat, Pengurus Desa, Petugas Kecamatan maupun Kabupaten akan diarahkan ke kali talang. Selain itu para peserta kresi akan diarahkan ke rute lain, yaitu mengelilingi desa ngantru. Gambar 8 – 11 adalah yang ke Kali Talang.
IMG_0342.jpgIMG_0345.jpg
Gambar 8                     Gambar 9
IMG_0351.jpgIMG_0355.jpg
            Gambar 10                   Gambar 11

Ø  Kreasi masyarakat desa ini bermacam macam dalam memeriahkan selamatan  Desa Ngantru, diantaranya : kesenian jaranan, pencak silat macan putih, egrang (orang orang yang kakinya disambung dengan kayu / bambu), tari sanduk, tari – tarian modern dan sebagainya, Gambar 12 – 23.
Mereka dalam acara ini berada di belakang barisannya para warga yang akan ke Kali talang, tetapi sebelum sampai perempatan kearah kali talang barisan kreasi ini dibelok kanankan oleh panitia bersih desa. Rute dari barisan ini adalah melintasi bagian selatan Desa Ngantru ke  arah barat, kemudian melintasi tengah Desa menuju tempat pemberhentian (Balai Desa).
IMG_0410.jpgIMG_0417.jpg
Gambar 12                               Gambar 13
IMG_0419.jpgIMG_0420.jpg
          Gambar 14                               Gambar 15
DSC00665.JPGDSC00657.JPG
Gambar 16                               gambar 17
DSC00654.JPGDSC00659.JPG
          Gambar 18                               Gambar 19
DSC00660.JPGDSC00663.JPG
          Gambar 20                               Gambar 21
DSC00661.JPGDSC00664.JPG
Gambar 22                               Gambar 23
Ø  Upacara inti dimulai sekitar pukul 09.00 – 11.00. Acara inti dimulai dengan sambutan dari kepala desa, petugas kecamatan, selanjutnya dari bapak bupati malang (Rendra Kresna). Dilanjutkan dengan acara penyembelihan ayam cemani (pitik cemani yang memiliki warna hitam polos) oleh pak modin. Setelah itu barulah kundangan bersama – sama dengan tumpeng.
IMG_0375.jpgIMG_0379.jpg
Gambar 24                               Gambar 25
IMG_0384.jpgIMG_0382.jpg
          Gambar 26                               Gambar 27
IMG_0385.jpgIMG_0386.jpg
          Gambar 28                               Gambar 29
IMG_0387.jpgIMG_0405.jpg
Gambar 30                               Gambar 31
Jadi pada hari selasa ini masyarakat Ngantru konsentrasinya terbagi ke dalam 2 acara. Mereka memilih mengikuti acara di kali talang atau memilih melihat kreasi dari setiap RT. Acara kreasi dan selamatan desa bersamaan, akan tetapi selamatan desa selesainya lebih cepat dari pada acara unjuk kreasi ini. Jadi apabila mereka melihat ke Kali Talang dahulu mereka masih bisa menikmati acara kreasi walaupun sedikit (kira – kira 2 jam).                                 
3)        Hari Rabu Legi, 27 Juni 2012
Hari rabu ini hanya dilaksanakan pagelaran tayub, mulai pukul 12.00 sampai berakhirnya pada sekitar pukul 23.00 malam.
IMG_0321.jpgIMG_0329.jpg
Gambar 32                               Gambar 33
IMG_0330.jpgIMG_0332.jpg
Gambar 34                               Gambar 35

IV.            NILAI YANG TERKANDUNG DI DALAM SELAMATAN DESA NGANTRU
     Selamatan Desa Ngantru memiliki nilai adi luhung yang dalam, sehingga patut kita gali dan terapkan dalam kehiduan sehari - hari. Nilai – nilai itu diantaranya:
a.       Nilai luhur kebersamaan dan kegotongroyongan dalam pelaksanaan upacara tersebut dilakukan secara bersama sama seluruh warga masyarakat Ngantru, sebagai perwujudan kekerabatan, persatuan dan kesatuan antar warga tanpa memperhitungkan jumlah dan pengorbanannya demi kelestarian alam dan lingkungannya sebagai anugerah dan keberhasilan dalam olah pertanian dan sebagainya. Sebelum upacara seluruh warga masyarakat bekerja secara gotong royong membersihkan lingkungan dan tempat tempat yang dikeramatkan peninggalan serta tempat pelaksanaan upacara.
b.      Nilai luhur etika dan estetika. Pelaksanaan upacara ini memberikan gambaran dan wawasan mengenai etika pola kehidupan di masyarakat dan estetika dalam keindahan kekhasannya. Hal ini ditunjukan secara jelas pada pertunjukan kesenian pada pengiringan ke sungai (kali talang). Generasi muda dan masyarakat mengerti dan memahami makna yang terkandung dalam upacara menuju masyarakat tentram, damai dan sejahtera.
c.       Nilai religius. Adanya rasa takwa dan hormat terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Ini dapat dilihat adanya kegiatan doa bersama dalam kundangan yang dilakukan di balai desa  atau sungai secara bersama dan juga adanya sesaji yang dimanifestasikan Dewi Sri sebagai dewa penolong terhadap keberhasilan para petani.
d.      Adanya perilaku rasa penghormatan terhadap orang yang lebih tua atau yang lebih dulu ada. Ini memberikan suatu tauladan bahwa yang muda sudah sewajarnya memberi hormat kepada yang lebih tua. Bagaimanapun orang yang lebih tua itu sebagai panutan.
e.       Mengajarkan tentang kesehatan, kebersihan dan keindahan. Hal ini dapat kita lihat adanya pelaksanaan kebersihan kuburan, kali talang mulai dari hulu sampai hilir, jalan – jalan, selokan – selokan, tendon air, dan lain – lain. Acara bersih – bersih itu dilakukan sebelum Selamatan dimulai. Sehingga selamatan desa selain  membuat desa bersih juga dapat mengajarkan masyarakat untuk hidup sehat.
f.        Nilai ekonomi, dengan adanya acara ini para warga sekitar maupun warga luar desa Ngantru berbondong – bondong berjualan. Mereka berjualan buah – buahan, pakaian, makanan ringan, dan barang – barang lainnya. Sehingga mereka mendapatkan penghasilan tambahan. 
V.            PROSPEK NILAI YANG TERKANDUNG DALAM SELAMATAN DESA NGANTRU DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA
Nilai-nilai dalam Selamatan Desa Ngantru tersebut tentu memiliki prospek dalam kehidupan nasional. Prospek nilai tersebut yang paling pokok diantaranya:
Nilai religius yang tinggi , keyakinan kita terhadap Tuhan. kegiatan doa (Kundangan) yang melambangkan pengharapan dan kepasrahan kita terhadap Sang Pencipta, mengingatkan bahwa kita harus memulai dan mengakhiri setiap usaha-usaha yang kita lakukan dengan doa.
Gotong royong, selamatan desa apabila tidak adanya rasa, sikap, dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab dari semua pihak yang terkait dalam selamatan tersebut. Maka boleh jadi selamatan desa tidak akan terlaksana. Sikap  gotong royong yang telah ada dalam selamatan tersebut haruslah kita lestarikan, dan jangan sampai hilang ditelan oleh perubahan jaman.
Nilai ekonomi, dengan adanya acara ini warga yang berjualan akan diuntungkan. Karena ramainya pengunjung, banyak diantara pengunjung yang membeli barang dagangan mereka. Sehingga para penjual  mendapatkan penghasilan tambahan. Selamatan desa ini dalam 4 tahun terakhir mulai 2008 – 2012 banyaknya penjual berderetan sekitar 1 kilometer. Diprediksikan  tahun 2013 mungkin akan meningkat. Jadi selamatan ini sangat menguntungkan penjual warga ngantru khususnya dan warga ngantang maupun warga malang pada umumnya.